humas@fatmawatihospital.com
+62(21) 7501524
SPGDT +62(21) 7660618

DIET PADA PASIEN STROKE



APA AKIBAT SERANGAN STROKE PADA KEMAMPUAN MAKAN ?

?     Gangguan kesadaran.

?     Disfagia atau kesulitan menelan yang bisa menyebakan tersedak.

?     Gangguan mengunyah.

?     Kelemahan anggota tubuh, seperti tangan.

 

BAHAN MAKANAN APA SAJA YANG PERLU DIBATASI/DIHINDARI PADA PENDERITA STROKE ?

ü Makanan sumber lemak, seperti makanan yang diolah dengan digoreng, semua daging yang berlemak (kambing, babi, ham, sosis, kullit ayam, lemak hewan, jeroan, kepiting, cumi - cumi, udang dan kerang, margarin dan mentega).

ü Makanan sumber Na, seperti ikan asin, teri, udang kering, telur asin, kue yang mengandung soda kue atau garam dapur, vetsin, soda kue, kecap, maggi, petis, tauco, saus tomat.

ü Bahan makanan yang menimbulkan gas, seperti ubi, kacang merah, sawi, lobak.

ü Buah - buahan yang masam atau bergas seperti nanas, kedondong, nangka dan durian.

ü Minuman yang mengandung alkohol dan bersoda.

 

TUJUAN DIET STROKE

1.   Memberikan makanan secukupnya untuk memenuhi kebutuhan gizi pasien dengan memperhatikan keadaan dan komplikasi penyakit.

2.   Memperbaiki keadaan stroke, seperti disfagia, pneumonia, kelainan ginjal, dan dekubitus.

3.   Mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit.

 

SYARAT DIET STROKE

1.   Energi cukup, yaitu 25 - 45 kkal. Pada fase akut energi diberikan 1100 - 1500 kkal/hari.

2.   Protein cukup, yaitu 0,8 - 1 g/kgBB.

3.   Lemak cukup, 20 – 25% dari kebutuhan total energi. Mengutamakan lemak tak jenuh ganda, batasi lemak jenuh (< 10% total energi). Kolesterol < 300 mg per hari.

4.   KH cukup (60 – 70% dari total energi).

5.   Vitamin, mianeral dan serat cukup.

6.   Cairan cukup, 2 liter per hari.

7.   Bentuk makanan sesuai kemampuan pasien, porsi kecil tapi sering.

 

TAHAPAN PEMBERIAN DIET STROKE

Berdasarkan tahapannya, Diet stroke dibagi menjadi dua fase, yaitu :

1.   Fase akut (24 - 48 jam)

Diberikan kepada pasien dalam fase akut atau bila ada gangguan fungsi menelan. Makanan diberikan dalam bentuk cair kental atau kombinasi cair jerinih dan cair kental yang diberikan secara oral atau NGT sesuai dengan keadaan penyakit. Makanan diberikan dalam porsi kecil tiap 2 - 3 jam.

2.   Fase pemulihan

Fase pemulihan adalah fase dimana pasien sudah sadar dan tidak mengalami gangguan fungsi menelan (disgafia). Bentuk makanan disesuaikan dengan kemampuan pasien (cair, saring, lunak atau biasa).

 

MACAM DIET STROKE

Fase Akut

q  Diberikan pada pasien dalam fase akut atau bila ada gangguan fungsi menelan. Bentuk makanan cair (bisa cair jernih/cair kental)

q   Bahan makanan yang dianjurkan :

Ø Sumber Karbohidrat : Maizena, tepung beras, tepung hunkwe, dan sagu.

Ø Sumber protein hewani : Susu whole dan skim; telur ayam 3 - 4 butir/minggu.

Ø Sumber protein nabati : Susu kedelai, sari kacang hijau, dan susu tempe.

Ø Sumber lemak: Minyak jagung.

Ø Buah : Sari buah yang dibuat dari jeruk, pepaya, tomat, sirsak, dan apel.

Ø Minuman : Teh encer, sirup, air gula, madu dan kaldu.

Fase Pemulihan

q  Diberikan jika pase akut sudah teratasi. Bentuk makanan merupakan kombinasi Cair Jernih dan Cair Kental, Saring, Lunak, dan Biasa.

q  Diet Stroke dibagi dalam tiga tahap :

1.   Makanan Cair + bubur saring 1700 kkal.

2.   Makanan Lunak 1900 kkal.

3.   Makanan Biasa 2100 kkal.