KENALI TUBERKULOSIS DI MASA PANDEMI COVID-19



Rounded Rectangle:  KENALI TUBERKULOSIS

DI MASA PANDEMI COVID-19

Penulis : dr. Silmi Kaffah, Sp.P (KSM Paru – RSUP Fatmawati)

 

 

 

Tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh kuman mycobacterium tuberculosis. Menular langsung dari manusia ke manusia dapat menyerang siapa saja (anak dan dewasa), sebagian besar menyerang paru tetapi dapat juga mengenai organ diluar paru/ TB extra paru (tulang, kulit, kelenjar). TB bukan penyakit keturunan, TB bukan disebabkan oleh guna-guna/kutukan, TB dapat disembuhkan dengan berobat secara teratur sampai dengan selesai pengobatan.

Menurut Global tuberculosis report 2020 disebutkan sebagian besar kasus TB berada di negara ASEAN (44%), Afrika (25%) dan Pasifik Barat (18%), 8 negara yang “menyumbang” 2/3 kasus TB di dunia antara lain: India (26%), Indonesia (8,5%), RRC (8,4%), Filipina (6%), Pakistan (5,7%), Nigeria (4,4%), Bangladesh(3,6%) dan Afrika Selatan (3,6%). Menurut WHO Indonesia berada dalam daftar 30 negara dengan beban TB tertinggi di dunia dan saat ini Indonesia peringkat kedua di dunia. Menurut global TB report di Indonesia tdp 845.000 estimasi kasus TB dan 568.987 ternotifikasi kasus TB. Pada tahun 2020 terdapat 271.750 jumlah kasus TB yang ditemukan dan diobati.

TB merupakan satu dari 10 penyebab kematian, WHO menyebutkan sekitar 1,7 juta orang meninggal akibat TB atau sekitar 11 orang meninggal karena TB per-jam-nya. Bakteri ini juga bisa menyerang berbagai organ lain dalam tubuh, seperti, kelenjar getah bening, ginjal, otak dan saraf dan tulang. Kondisi ini lebih sering terjadi pada orang yang sistem kekebalan tubuhnya lemah. Bakteri mycobacterium tuberkuculosis ini menyebar dari penderita TB yang batuk, bersin, meludah. Percikan dahak bisa mengenai orang-orang yang berada di dekatnya, atau melalui udara dengan menghirup bakteri ini dan terinfeksi. Sedangkan Virus SARS-CoV2 penyebaran secara tidak langsung, droplet jatuh ke permukaan benda kemudian kita menyentuh dengan tangan, tangan menyentuh wajah, hidung, mulut tanpa cuci tangan, atau bisa juga secara langsung, percikan langsung, jarak 1-2 meter yang batuk/bersin tanpa ditutup.

Gejala tuberkulosis anatara lain batuk berdahak >2 minggu (+/- darah), demam, sesak, nyeri dada, BB menurun, nafsu makan menurun, keringat malam,  dari foto toraks radiologi terdapat infiltrat apex paru. Sedangkan gejala covid : onset <14 hari, batuk kering, demam>38, sesak napas muncul setelah onset, nyeri sendi, sakit kepala, hilang indra penciuman, hilang indra pengecapan, dari foto toraks radiologi pneumonia bilateral.

TB extra paru, antara lain : spondilitis TB/ TB tulang, nyeri punggung, tidak dapat berjalan. Limfadenitis TB/TB kelenjar : terdapat benjolan di kelenjar getah bening colli/leher, atau KGB lain. Meningitis TB /TB selaput otak, gejala sakit kepala. TB usus menyebabkan nyeri perut.

Proses diagnosis TBC dan COVID-19 juga memiliki kesamaan dengan menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dan Polymerase Chain Reaction (PCR), namun perbedaannya ada pada pengambilan sampelnya. Untuk diagnosis COVID-19 harus melalui swab, sedangkan TBC cukup dengan dahak saja. TBà sputum/dahak bakteri tahan asam (BTA 2x) dan sputum TCM/gene expert.

TB RO/TB MDR/ TB kebal obatà TB yang disebababkan oleh kuman mycobacterium tuberkulosis yang telah mengalami kekebalan terhadap minimal 2 obat TB yang paling poten yaitu INH dan/atau rifampisin. Kuman TB menjadi resisten apabila pemberian OAT tidak sesuai pedoman/guideline, pasien tidak menyelesaikan pengobatan dengan tuntas/mangkir/putus obat. Diagnosis : TCM/genxpert, uji kepekaan biakan. Pengobatan TB RO à jangka pendek (STR) 9-11 bulan dan jangka panjang 21-24 bulan.

TOSS TBC merupakan singkatan dari Temukan dan Obati Sampai Sembuh TBC. Salah satu pendekatan untuk menemukan, mendiagnosis, mengobati, dan menyembuhkan pasien TBC, untuk menghentikan penularan TBC di masyarakat. Kendala di masa pandemi : capaian penemuan kasus TB mengalami penurunan treatment coverage di tahun 2019 dan 2020 dari 67% menjadi 28% (sedangkan cakupan masih jauh dari target 2020 yaitu 80%), penyediaan layanan kesehatan terpaksa harus menggunakan fasilitas ruang isolasi TB/TB RO utk pasien covid kemudian juga kendala Pengawas Menelan Obat (PMO).

 

 

 

 

 

Protokol Kesehatan Pasien TB

Tindakan pencegahan terhadap covid : menggunakan masker bedah saat kontrol/ keluar rumah, membatasi aktivitas diluar rumah, mencuci tangan dan etika batuk.

 

Protokol Kesehatan Fasilitas kesehatan

Pencegahan dan pengendalian infeksi dasar, pemisahan pasien kontrol Tb dengan zona merah covid, proses antrian pelayanan TB diminimalkan, PMO via WA/hotline, tracing kasus covid-tb secara aktif dan pelacakan kontak.

 

Protokol Kesehatan Pengelola progam TB

Membuat perencanaan kebutuhan OAT dan logistik (termasuk masker), maping dan penunjukkan fasyankes rujukan TB RO terpisah dengan fasyankes covid, maping dan menunjukkan faskes lain utk diagnosis TB, maping pelibatan komunitas untuk pendampingan pasien.

 

Tanggal, 24 Maret 2021 kita peringati sebagai hari TB sedunia, tema peringatan TB tahun 2021 adalah “setiap detik berharga, selamatkan bangsa dari tuberkulosis”. Diharapkan meningkatkan peran serta masyarakat, pemangku kebijakan serta multi stakeholder menempatkan TB ini sebagai issue utama disemua sektor, penangan tuberkulosis dimasa pandemi covid-19 antara lain degan tracing kasus covid pada penderita TB, menerapkan etika batuk yang baik dan benar, jangan lupa terapkan 5M dan perilaku hidup bersih dan sehat. Mari dukung gerakan eliminasi TB di Tahun 2030.