Menjaga Kesehatan Telinga selama Pandemi Covid-19



Rounded Rectangle:  Menjaga Kesehatan Telinga selama Pandemi Covid-19

Penulis : dr. Fatia Permata Sari, Sp.THTKL

(KSM THT - RSUP Fatmawati)

 

 

 

            Tanggal 3 Maret 2021 adalah peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Nasional. Disamping itu pandemi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung selama satu tahun sejak diumumkannya kasus perdana pada 2 Maret 2020 lalu. Peringatan Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bagaimana mencegah tuli dan gangguan pendengaran. Di Indonesia peringatan ini baru dimulai pada tahun 2020. Sementara WHO mengangkat tema tahun 2021 “Hearing care for all” menyampaikan pesan penting untuk masyarakat bahwa pendengaran dan komunikasi yang baik merupakan hal yang penting pada semua usia, gangguan pendengaran (dan penyakit telinga lainnya) dapat dicegah dengan berbagai cara, misal menghindari bising, merawat telinga dengan baik, dan imunisasi, gangguan pendengaran (dan penyakit telinga lainnya) dapat diatasi bila ditangani dengan tepat waktu di fasilitas kesehatan yang baik, orang-orang yang berisiko mengalami gangguan pendengaran perlu memeriksakan pendengarannya secara rutin, orang-orang dengan gangguan pendengaran atau penyakit telinga lainnya perlu berobat ke  fasilitas kesehatan.

            Salah satu alasan adanya World Hearing Day adalah masih banyak orang-orang yang memiliki gangguan pendengaran dan penyakit telinga lainnya. Data WHO terbaru mencatat ada 1,5 miliar orang di dunia yang menderita gangguan pendengaran dimana 430 juta orang (atau 5% populasi dunia) memerlukan rehabilitasi. Pada tahun 2020 diperkirakan ada 2,5 miliar orang yang mengalami gangguan pendengaran dan lebih banyak lagi yang membutuhkan penanganan sehingga perlu perhatian dari semua pihak baik pembuat kebijakan dan masyarakat sendiri. Telinga menjadi bagian tubuh yang penting karena merupakan indera pendengaran dan keseimbangan. Telinga yang dirawat dengan baik, tidak hanya di masa Pandemi Covid-19, akan terjaga kesehatan pendengarannya. Hal ini penting karena di masa pandemi banyak keterbatasan, misal di awal-awal APD sedikit sehingga dokter sulit memeriksa, tingginya angka pasien covid sehingga ada risiko setiap kita keluar rumah,  serta beberapa faskes megurangi pelayanan selain covid. Dengan kita menjaga dan merawat telinga dengan baik, kita menjaga diri juga keluarga dari gangguan pendengaran, penyakit telinga, juga dari covid itu sendiri.

Pandemi Covid-19 membuat kita harus membatasi diri dalam beraktivitas seperti bekerja, belajar, dan beribadah di rumah sehingga menimbulkan kebiasaan baru seperti penggunaan Personal Listening Device (PLD)/ earphone dalam waktu yang lama yang bisa berpengaruh terhadap pendengaran seseorang. Suara dari PLD volume keras dan waktu lama bisa mengakibatkan kerusakan saraf pendengaran. Gangguan pendengaran dapat menghambat produktivitas sehari-hari terutama saat berkomunikasi. Apabila telinga menjadi kurang dengar, maka dapat terjadi kesalahpahaman saat berkomunikasi dengan lawan bicara. gangguan pendengaran yang sering terjadi atau ditemui di masa Pandemi Covid-19 seperti sekarang ini beberapa mengatakan keluhan nyeri, iritasi dan infeksi pada telinga meningkat selama Pandemi Covid-19, walaupun bukan berkaitan dengan infeksi covid. Hal ini mungkin karena ada perubahan-perubahan kebiasaan di rumah, ataupun karena kekhawatiran berkunjung faskes sehingga tidak tertangani dengan baik. Banyak kebiasaan yang dapat menyebabkan gangguan pendengaran selama masa Pandemi ini. Jika seseorang tidak mau mengubah kebiasaan yang tidak baik bagi telinga dan pendengarannya, misalnya suara dari PLD volume keras dan waktu lama bisa mengakibatkan kerusakan saraf pendengaran. Awalnya mungkin keluhannya hanya berdengung/denging saja, karena kerusakan sarafnya masih terbatas. Namun jika kebiasaan ini tidak diubah, kerusakan saraf akan semakin banyak dan dapat menyebabkan kerusakan permanen pada telinga. Gangguan pendengaran yang tidak ditangani pengaruhnya sangat besar, selain sulit komunikasi sehingga sulit sosialisasi, bisa jadi depresi, kehilangan pekerjaan, dan kalau pada anak bisa terjadi gangguan belajar.

 

 

 

 

 

Cara menjaga kesehatan telinga di masa Pandemi Covid-19 ini sehingga kita terhindar dari gangguan pendengaran antara lain dengan memperhatikan kebersihan liang telinga (bukan membersihkan/ mengorek telinga), imunisasi tetap harus bejalan, tidak minum/ tetes obat dalam jangka panjang tanpa konsultasi dengan dokter, hindari suara bising/ keras, gunakan earplug bila perlu, hindari makan obat sembarangan, hindari berenang atau mandi dengan air kotor, hindari menggunakan earphone/ earplug bergantian. Penggunaan cotton bud untuk membersihkan telinga akan menghilangkan lapisan lilin pelindungnya dan membuat bagian dalam telinga terkena infeksi bakteri dan hal tersebut biasanya menyebabkan sakit telinga. Bagian dalam telinga (mulai dari lubang telinga ke dalam) bersifat self-cleaning atau diciptakan bisa membersihkan diri sendiri, bisa dengan pergerakan rambut-rambut atau dengan pergerakan rahang. Kita hanya perlu memberihkan bagian luar telinga dengan handuk dan kapas. cara yang aman untuk penggunaan alat pelantang telinga seperti headset, earphone, dan headphone : Lakukan Trik 60/60. Jadi volume 60% selama 60 menit.  Tidak Lebih dari Satu Jam dalam Sehari, bila perlu lebih lama setelah satu jam harus istirahat dulu. Pilih Earphone atau Headset yang Tepat. Kalau longgar suara jadi perlu diperkeras, atau misal volume dan speaker tidak sesuai. Perhatikan Higienitas Earphone atau Headset, rutin dibersihkan. Jangan bergantian menggunakan earphone yang sama. Berikut tips dan trik menggunakan APD agar tetap nyaman: gunakan ear plug/ ear muff yang sesuai wilayah kerja agar aman, gunakan APD yang sesuai ukuran kepala/ ukuran telinga, sesuaikan dengan paparan/ pajanan bising, selalu jaga kebersihan telinga.

Makanan yang bergizi sangat disarankan untuk dikonsumsi di masa pandemi Covid-19 ini. Meskipun tidak ada makanan khusus untuk bisa membantu menjaga kesehatan telinga namun makro dan mikronutrien yang penting harus terpenuhi karena di telinga juga terdapat organ-organ penting seperti pembuluh darah dan saraf. Konsumsi Omega-3 dan Vitamin D, Asam Folat, Magnesium, Zink, serta Vitamin C dan E yang cukup serta hindari makanan berlemak/ asin (mengganggu pembuluh darah) dan gula berlebih (mengganggu pembuluh darah dan saraf) dapat turut menjaga kesehatan telinga. Jaga kesehatan telinga. Kalau terjaga tentu terhindar dari kebutuhan memeriksakan diri ke dokter. Namun idealnya ke dokter THT 6 bulan sekali (seperti ke dokter gigi) untuk pemeriksaan rutin. Yang lebih penting, jangan takut ke dokter bila memang ada keluhan.

Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran ini dibuat agar kita terhindar dari penyakit, dan bila sudah sakit dapat ditangani dengan baik bila belum terlambat dan dilakukan di faskes. Tips memeriksakan telinga di era pandemi bisa dengan telekonsultasi, buat janji dahulu dan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Sesuai tema Hari Kesehatan Telinga dan Pendengaran Dunia 2021 “Peduli Pendengaran untuk Semua”, setiap orang memiliki peran untuk menjaga pendengaran dengan menjaga kesehatan dan kebiasaan-kebiasaan, karena pendengaran dan komunikasi itu penting semua orang. Salah satu panca indra yang penting bagi tubuh kita adalah telinga. Ketika pendengaran terganggu, kita akan merasa sangat tidak nyaman. Karenanya penting sekali untuk selalu menjaga kesehatan telinga agar mengurangi risiko gangguan pendengaran bahkan untuk mencegah kehilangan pendengaran khususnya di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini.